Rule engine, launch, monitoring, scale & pause · 5 artikel
Sub-topik
Artikel
Membuat rule automation (kondisi → aksi)
Rule Builder: JIKA metrik ... MAKA aksi ...
Rule engine kerja dengan logika sederhana: JIKA (kondisi) MAKA (aksi). Di Rule Builder, kamu susun kondisi berdasarkan metrik yang mau dipantau — misalnya ROAS, spend, jumlah purchases — dipasangin sama operator (lebih besar dari, lebih kecil dari, dst) dan angka ambang batas. Kamu bisa nambahin beberapa kondisi sekaligus digabung dengan DAN/ATAU, bahkan bikin grup kondisi bersarang kalau logikanya lebih rumit.
Setelah kondisi, kamu tentuin aksi yang mau dijalankan kalau kondisinya kena: naikin atau turunin budget, jeda (pause) campaign/adset, ganti nama, duplikat, kirim notifikasi doang tanpa ubah apa-apa, dan beberapa aksi lain. Ada juga preview hijau yang nunjukkin ringkasan rule kamu dalam bahasa biasa sebelum disimpan, plus cooldown (jeda minimum) antar-eksekusi biar rule nggak nembak berkali-kali dalam waktu singkat.
Rule bisa kamu terapkan ke satu atau beberapa ad account sekaligus, dan kamu bisa jalanin dry-run/preview dulu buat lihat berapa campaign yang bakal kena sebelum benar-benar diaktifkan.
Menggunakan template dari Playbook Library
Template siap pakai: Essentials, Scale, Pause
Kalau kamu nggak mau nyusun rule dari nol, Playbook Library punya kumpulan template siap pakai yang dikelompokkan per kategori — "Essentials" (dasar), "Scale" (buat naikin budget winner), dan "Pause" (buat berhentiin yang boros/nggak profit). Tiap template ada deskripsi, badge scope (campaign/adset/ad), badge metrik utama yang dipakai, dan berapa kali template itu udah dipakai orang lain.
Klik template yang cocok, sesuaikan angka ambang batasnya kalau perlu, lalu terapkan ke ad account kamu — nggak perlu mulai dari rule builder kosong. Kalau template bawaan belum pas, kamu tetap bisa bikin custom rule sendiri dari halaman yang sama.
Contoh pola yang umum dipakai: rule "Scale winner" naikin budget adset yang ROAS-nya konsisten tinggi beberapa hari terakhir, sementara rule "Pause boros" otomatis menjeda adset yang spend-nya tinggi tapi ROAS di bawah target.
Meluncurkan campaign test baru
Alur Launch: draft → approval → executing
Menu Launch dipakai buat ngetes campaign baru sebelum dijalankan penuh. Kamu isi nama, akun Meta tujuan, budget harian, dan objective campaign, lalu campaign itu masuk status Draft dulu. Draft ini bisa kamu edit atau hapus bebas selama belum diajukan.
Kalau udah siap, kamu ajukan buat approval — status berubah jadi Pending, lalu ada yang review dan approve atau reject permintaan itu (lihat topik Agen Kanzen buat detail alur approval). Setelah disetujui, campaign masuk status Approved lalu Executing begitu benar-benar jalan di Meta, dan akhirnya Completed atau bisa juga Rejected kalau ditolak.
Karena tiap status punya badge warna sendiri (Draft, Pending, Approved, Executing, Completed, Rejected), kamu bisa langsung lihat sekilas campaign mana yang masih butuh perhatian dari daftar Launch.
Membaca dashboard Monitoring
Saved view, KPI, dan chart spend/ROAS read-only
Monitoring itu bersifat read-only — dia cuma nampilin data biar kamu bisa mantau kondisi akun iklan, nggak ada tombol yang langsung ngubah apa pun di Meta dari sini. Kamu bisa bikin "saved view" yang nge-kombinasi beberapa akun sekaligus jadi satu tampilan pemantauan yang bisa dibuka ulang kapan saja tanpa nyusun filter dari awal.
Tiap view nunjukkin KPI tile (angka ringkas kayak spend, ROAS) dan chart spend/ROAS dari waktu ke waktu, plus tabel campaign detail per akun. Data ini disinkron dari Meta secara berkala, jadi ada jeda waktu kecil antara kejadian asli di Meta Ads Manager dan yang muncul di sini.
Kalau kamu cuma mau lihat satu akun sekali aja tanpa nyimpen view permanen, ada juga mode agregat ad-hoc yang bisa langsung kamu pakai dari wizard pilih akun → panel → campaign.
Contoh rule pause adset yang boros
Kondisi spend tinggi + ROAS rendah → aksi pause
Salah satu rule yang paling sering dipakai adalah pause otomatis buat adset yang keliatan boros — polanya: JIKA spend adset dalam periode tertentu udah lewat angka tertentu DAN ROAS-nya di bawah target minimum MAKA pause adset itu. Ini nyegah budget kamu abis percuma ke adset yang nggak menghasilkan.
Kamu bisa nambahin cooldown biar rule ini nggak ngecek/nembak tiap menit — cukup sekali dalam rentang waktu wajar (misalnya tiap beberapa jam), biar performa yang sifatnya fluktuatif harian nggak keburu di-pause padahal baru mulai jalan.
Semua eksekusi rule (yang beneran mengubah sesuatu di Meta) kecatat di riwayat aksi pada tab Aktivitas di halaman pemantauan campaign, jadi kamu selalu bisa cek balik kapan dan kenapa suatu adset di-pause otomatis.
Belum menemukan jawaban? Hubungi support →